Membangun Karakter Bangsa dengan Pendidikan Profetik

Bismillahirrahmanirrahim..

Kalimah syukur senantiasa teruntai dari bibir ini atas limpahan rahmat dan hidayah -Nya. Sekali lagi kami diberi kesempatan, dan kami gunakan untuk mengikuti Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh SKI FKIP UNS, pada hari Ahad, 20 Februari 2011 di gedung F FKIP UNS. Acara yang bertajuk “Membangun Pendidikan Profetik untuk Mengembangkan Karakter Bangsa” ini diisi oleh Ustadz Solikhin Abu Izzuddin, penulis buku bestseller Zero to Hero. Sebelumnya, Dekan FKIP UNS, Prof.Dr. H.M. Furqon Hidayatullah, M.Pd juga memberikan pendahuluan tentang Pendidikan Profetik.

Langsung saja, apa sih Pendidikan Profetik itu?

Pendidikan profetik (Prophetic Teaching) adalah suatu metode pendidikan yang selalu mengambil inspirasi dari ajaran nabi Muhammad saw. Dalam setiap penyampaian ilmu, nabi Muhammad selalu memberikan contoh atau ibarat dengan benda-benda konkret, seperti ketika menjelaskan tentang keutamaan sholat yang dapat menggugurkan dosa. Beliau mengajak para sahabat ke sebuah pohon, lalu menggoyang batang pohon itu hingga daun-daunnya berguguran. Nah, daun-daun yang berguguran itu diibaratkan sebagai dosa yang gugur karena sholat kita. Ada contoh lain lagi.

Suatu hari beliau mendengar salah satu sahabatnya meng-ghibah ( menggunjing ) orang lain. Nabi pun mengajaknya ke sebuah pasar. Di sana beliau menemukan seekor bangkai kambing yang ditinggalkan oleh pemiliknya. Nabi menyuruh sahabatnya yang meng-ghibah tadi untuk memakan bangkai kambing tersebut. Sang sahabat pun langsung protes, mengapa dia disuruh memakan bangkai itu. Nabi pun menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan sahabat tadi bagaikan memakan bangkai saudaranya sendiri, hampir sama seperti memakan bangkai kambing tersebut.

Prinsip dalamĀ  pendidikan profetik yaitu mengutamakan integrasi. Dalam memberikan suatu materi bidang tertentu juga dikaitkan dengan landasan yang ada di Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga tujuan baik duniawi maupun akhirat dapat tercapai.

Konsep pendidikan integral sudah tertulis di Al Qur’an surat Ali Imran : 190-191 dan surat Jumu’ah : 2

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S Ali Imran : 190-191)

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S Al Jumu’ah : 2)

Pendidikan karakter juga tercakup dalam pendidikan profetik. Menurut Imam Ghazali, pendidikan karakter itu terbentuk dari teori –> aplikasi –> pengalaman.

Pendidikan profetik dapat dilakukan apabila :

1. Hati kita bersih; yaitu bersih dari segala keinginan untuk mengejar dunia. Kita sebagai pendidik benar-benar berdasarkan niat yang tulus untuk membangun karakter anak didik yang berkualitas.

2. Mensucikan diri; salah satunya dengan senantiasa menjaga wudhu. Lho, apa hubungannya? Memang tidak diwajibkan, tapi tak ada salahnya jika saat beribadah kita selalu dalam keadaan suci. Karena kondisi tubuh yang suci juga akan berpengaruh terhadap hati yang bersih dan terjaga dari perilaku yang buruk. Bukankah mengajar __ atau mendidik itu juga merupakan ibadah?

Mengapa kita perlu menerapkan pendidikan profetik?

1. Agar kita khususnya sebagai calon guru, tidak sekadar mengajar dan asal mengajar

2. Pembelajaran dapat lebih bermakna dan menggugah

3. Menginspirasi dengan pancaran yang kuat

4. Agar jiwa lebih fokus dan khusyu’

Pendidikan profetik juga dapat digambarkan sebagai berikut.

1. Fokus pada perbaikan akhlak

2. Perbaikan secara menyeluruh, mencakup semua dimensi

3. Mencapai tingkat perbaikan tertinggi dengan kekuatan aqidah

4. Membangun identitas dan mengembangkannya

5. Manhaj aplikatif dan moderat, bersentuhan langsung dengan realitas

6. Bertahap dalam mewujudkan, gradual atau tadarruj

Pendidikan profetik memiliki empat pondasi penting :

1. Al asas al I’tiqodi __ The Faith Foundation

Dalam memberikan landasan ilmu pengetahuan harus murni dari Al Qur’an dan As Sunnah, jangan dicampuradukkan dengan landasan pengetahuan dari Barat.

2. Al asas at Tasyri’ __ The Law Foundation (lit ta’abudi)

Dalam memberikan pengetahuan harus diberi contoh aplikasi, jangan asal memberikan teori.

3. Al asas al khuluqi __ The Moral Foundation

Pendidikan moral, akhlaq, integritas, kepekaan juga harus ditanamkan bersamaan dengan kita memberikan ilmu pengetahuan kepada murid-murid kita.

SKI PGSD/PGPAUD UNS

SKI PGSD/PG PAUD merupakan sebuah organisasi tingkat wilayah yang bergerak dalam kegiatan keislaman. Bertempat di kampus IV Kleco, Surakarta. Memiliki pertanggungjawaban kepada SKI FKIP yang bertempat di Kampus Pusat Kentingan.

2 Responses

  1. yuni says:

    assalamualaikum.
    alhamdulillah kunci daripada pengikat suatu ilmu itu di lakukan di sini. senantiasa menginspirasi orang lain untuk mengajaknya berbuat kebaikan. syukron atas kunci ilmuny ini.. hal yang tadi sekiranya tidak saya dapati, bisa dilengkapi di blog ini. alhamdulillah ya allah..

    • ski says:

      Wa’alaykumsalam wr wb

      Alhamdulillah.. wa iyyakum. Senang rasanya bisa bermanfaat bagi orang lain. Kami tunggu juga inspirasinya dari ukhty.. ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com