Indahnya Ber-SAFARI: Berbagi Suka, Cita dan Cinta

Bismillah..

Alhamdulillah,.. Allohu akbar!

Untaian kalimah tasbih, tahmid dan takbir telah beribu-ribu kali terucap. Mensyukuri atas segala nikmat dan karunia dari Allah SWT. Tiada daya upaya manusia akan memberikan hasil, selain karena kehendak-Nya. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, nabi Muhammad saw. Sang suri tauladan, sang pencerah, dan sang penyelamat bagi kita semua.

Sejarah Ramadhan kali ini, begitu berkesan akibat coretan dan goresan ukhuwah dari ikhwahfillah semuanya. Meski jauh dari dekapan hangat orangtua, meski sedapnya sajian sahur dan berbuka di rumah selalu terbayang di kepala, meski hidup di perantauan hanya dengan bekal materi yang tak seberapa.. Namun semangat berbagi dan beramal kalian begitu luar biasa.

Alhamdulillah..

Tulisan ini saya buat semata-mata untuk mengabadikan kenangan perjuangan kita yang indah. Yang suatu saat, mungkin bisa kita jadikan penyemangat di kala futur, pengingat di kala khilaf, maupun penghibur di kala sedih. Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang kalian berikan kepada saya untuk menulis di sini (eh, lha wong saya admin-nya dink, hehe :P ), dan saya juga meminta maaf jika di dalam tulisan ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan.

Selamat membaca !

Indahnya Ber-SAFARI: Berbagi Suka, Cita dan Cinta

Sang Pencetus

Ide acara baksos tahun ini lahir dari sekelompok ikhwah yang kreatif. Dari satu bidang yang superaktif, meng-handle banyak kegiatan sosial keagamaan: Kajian. Acara baksos dikonsep beda dari tahun-tahun lalu, yakni menyelenggarakan 4 sub-acara: Kajian sebagai pembuka, Baksos, Bazar, dan outbond/games anak-anak. Ide tersebut diharapkan dapat memberdayakan semua petugas yang ikut. Pengalaman dari tahun lalu, masih banyak personel yang nganggur karena lapak yang tersedia terbatas.

Ke-empat sub acara tadi rencananya akan disajikan demikian: Diawali dengan sambutan-sambutan, lalu materi dari pak Ustadz, setelah itu lanjut pembagian paket sembako. Nah, pada saat yang bersamaan, petugas akhwat meng-handle bazar, sementara sebagian yang lain bermain dengan anak-anak yang tinggal di sekitar TKP. Rencana yang begitu indah,. namun tetap saja Allah yang menentukan :)

Tahap Persiapan

Perencanaan yang gagal, sama saja dengan merencanakan kegagalan. Karena itu, segenap jajaran pengurus SKI PGSD/PG PAUD rajin mengadakan syuro’ persiapan baksos. Sesuai dengan kesepakatan forum, maka  baksos ini akan diusung bersama dengan pengurus HIMA PGSD, namun menyesuaikan dengan format acara dari SKI. Kita pun berupaya untuk memaksimalkan kerjasama ini. Semakin mendekati hari-H, para panitia sibuk menyiapkan acara. Men-survey lapangan, mendata jumlah sembako yang diterima, dsb. Oh iya, sebagian besar sembako untuk baksos ini adalah hasil dari OSMARU 2011 di PGSD Kleco. Di samping itu juga dikumpulkan dari iuran mahasiswa lama, berupa uang dan baju-baju pantas pakai.

H-2_ Kamis, 18 R 1432 H

Di tengah terik matahari, tiga orang pemuda tampak mendorong berkarung-karung sembako dari markas HIMA ke halaman masjid Al Furqon. Mereka langsung disambut dengan tiga orang akhwat yang sudah standby di teras masjid. Bahu membahu, karung-karung berisi beras, mie, teh, dan bahan makanan lainnya mereka pindahkan ke beranda masjid untuk  dihitung jumlahnya.

Menyambut panggilan hati sesama saudara Muslim, satu persatu bala bantuan pun mulai berdatangan. Banyak pasang tangan mulai membantu meringankan beban, dan senyum-senyum penuh kehangatan yang menumbuhkan perasaan damai dan cinta (cieehh..) Pokoknya semangat teruuss.. hingga tak terasa adzan Maghrib berkumandang. Saatnya istirahat dan berbuka puasa.. :)

H-1_  Jum’at, 19 R 1432 H

Jam 8 pagi kita mengadakan gladhi resik. Setelah mengetahui data yang terkumpul, baik dari hasil survey di desa maupun jumlah uang dan sembako yang didapat, kita pun merancang konsep. Ternyata, kajian dan games anak-anak tak bisa kita laksanakan, mengingat kondisi SDM yang tak memungkinkan. Namun baksos kali ini, alhamdulillah, dana yang terkumpul cukup banyak. Sebisa mungkin akan kita salurkan semuanya kepada mereka yang berhak. Akhirnya, kita memasukkan anggaran untuk membeli perlengkapan sekolah lengkap, dari penghapus hingga tas! Paket sembakonya pun luar biasa, mantap deh pokoknya, hehe

Tanpa banyak membuang waktu, kita langsung bagi tugas. Berhubung panitia ikhwan banyak yang harus kuliah pagi (maklum semester 7, mau PPL), dan kemungkinan baru bisa menyusul siangnya, maka batalion akhwat yang mengambil alih urusan. Belanja keperluan baksos, hingga memesan MMT ke percetakan.

Setelah sholat Jum’at

Kebetulan, minggu-minggu ini kampus PGSD sedang dimanfaatkan untuk kegiatan PLPG juga. Jadi, tak jarang tatapan heran, kagum, (atau tersepona?) dari ibu-bapak guru yang sudah sepuh-sepuh melintas di depan kami. Beberapa pertanyaan pun bergulir, seputar dari  mana asal barang-barang itu,  mau disalurkan ke mana, dsb. Hari itu, ibarat profesi apapun kami sabet. Mulai dari kuli timbang, kuli bungkus, kuli angkut, kuli hitung, dan kuli-kuli lainnya. Batas antara kakak tingkat-adik tingkat, kabid/sekbid-staf,pun untuk sementara menipis. Bahkan buyar. Yang tersisa tentu saja batasan antara ikhwan dan akhwat, kami saling membantu, menopang, menguatkan, namun tetap pada jalurnya masing-masing. Packing, finishing, akhirnya kelar juga. Lantai teras masjid saat itu sudah dipenuhi dengan puluhan bungkusan plastik hitam yang berjajar rapi.

Alhamdulillah, di penghujung hari yang supersibuk itu, ada beberapa ikhwah yang berkenan berbagi kepada kami. Atas takdir Allah swt, beberapa orang panitia memang ada yang memiliki tanggal lahir yang berdekatan, bahkan sama. Nah, mereka berempat tepatnya, memutuskan untuk mengadakan buber kecil-kecilan. Sruuups.. es buahnya seger euy! :P

Di sisa malam ini, kami berdo’a, semoga acara besok bisa berjalan lancar.

Tahap Pelaksanaan

WIB= Waktu Insan Beriman. Nyelekit sebenarnya kalau singkatan itu disangkutpautkan dengan jadwal kegiatan kami, khususnya SKI. Memang masih banyak perbaikan yang perlu kita upayakan, salah satunya adalah budaya on-time.

Nah, menurut rencana, panitia ikhwan nanti akan berangkat bersama-sama naik motor, sementara sebagian besar akhwat akan menumpang di boks truk, bersama dengan paket-paket sembako :). Sebagian kecil akhwat ada juga yang memilih naik motor, salah satunya saya sendiri. Kita take-off sekitar jam 9-an (yang naik motor), sementara truk sudah berangkat lebih dulu.

Perjalanan pun dimulai. Sekitar tiga puluh menit, akhirnya rombongan saya tiba di lokasi, yaitu di desa Tanjung, Nguter, Sukoharjo. Tempatnya bisa dibilang tak begitu pelosok sih, namun kondisi warga yang terlihat di sana memang cukup memprihatinkan. Pemandangan yang terpampang pun khas pedesaan. Hamparan sawah yang tadi menyambut kami di gang masuk, kini berganti dengan panorama pohon jati dan rumah-rumah kecil sederhana.

Sewaktu kami tiba di sana, salah satu panitia ikhwan sedang membacakan tilawah. Agak terlambat, karena kami sempat mengalami insiden kecil saat berangkat tadi :) Kami segera masuk ke barisan akhwat, yang duduk di samping halaman kediaman Lurah desa Tanjung. Puluhan ibu-ibu pun sudah duduk dengan rapi di halaman, di bawah selembar kain terpal sambil menggenggam secarik surat undangan baksos. Bapak-bapak yang berkenan hadir, duduk terpisah di samping barisan ibu-ibu. Dengan khidmat, kami menyimak sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ketupat (A’ Siwi), Pak Sadiman selaku perwakilan dari PGSD UNS, dan Pak Lurah. Intinya, niat dan kedatangan kami disambut sangat baik oleh Pak Lurah dan juga warga desa Tanjung.

Sekitar pukul 10.40 WIB,  baksos pun dimulai. Petugas ikhwan dibantu dengan dua orang warga mengkoordinir mereka yang antri sembako. Beberapa ikhwan segera melompat ke boks truk, dan menyalurkan bungkusan-bungkusan yang ada dengan cekatan ke ikhwan lain yang berada di bawah. Para warga segera antri dengan tertib. Selembar surat undangan tadi segera berganti menjadi sebuah bungkusan hitam. Bungkusan yang insya Allah banyak manfaat, yang semoga bisa mempererat tali silaturahmi kami dengan mereka.

Di sudut lain, petugas akhwat sudah siap menyambut para ibu yang berbondong-bondong ke stan bazar. Di sini, puluhan baju bekas yang masih bagus dijual dengan harga murah, paling mahal hanya seribu rupiah. Ujung-ujungnya, kami pun memberikan label gratis untuk baju-baju sisa agar semuanya bisa terambil. Dan, kurang lebih dua puluh menit kemudian, kami pun ‘gulung tikar’, karena semua barang sudah ludes. Sambil menanti petugas ikhwan menyelesaikan tugasnya, kami pun menyempatkan diri untuk berfoto :D

Pukul sebelas siang, acara ditutup dengan foto bersama. Bergantian, ikhwan dan akhwat berpose dengan badan penuh peluh dan berkeringat, bersama warga dan juga anak-anak kecil yang dari tadi pagi ikut menonton jalannya acara. Meski cukup singkat, namun kami berharap manfaat yang kami sebarkan ke mereka tak habis begitu saja. Karena setelah acara ini, kami masih punya tabungan agenda lain untuk mereka, santriwan santriwati TPA di desa Tanjung. Tas-tas dan perlengkapan sekolah itu masih menanti :)

Akhirnya, pukul 11.07, kami beranjak pulang. Kembali ke peraduan masing-masing, untuk kembali merencanakan esok hari.

Meski kecil,

Meski singkat,

Namun semoga banyak manfaat.

Tak banyak yang bisa kami berikan, namun kami akan berupaya memberikan semaksimal mungkin, setulus mungkin. Karena kita semua saudara. Karena kami selalu mengupayakan perbaikan.

SKI: Langkah Kami Langkah Perbaikan

Salam ukhuwah!

nb: Foto-foto menyusul

SKI PGSD/PGPAUD UNS

SKI PGSD/PG PAUD merupakan sebuah organisasi tingkat wilayah yang bergerak dalam kegiatan keislaman. Bertempat di kampus IV Kleco, Surakarta. Memiliki pertanggungjawaban kepada SKI FKIP yang bertempat di Kampus Pusat Kentingan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com