Keutamaan Menahan Amarah

Kamus session 4 #

Menurut istilah, marah adalah perubahan internal atau emosional yang menimbulkan penyerangan dan penyiksaan guna mengobati apa yang ada di dalam hati (budilisnt.wordpress.com). Marah merupakan salah satu bentuk ekspresi kekecewaan terhadap realita yang tak sesuai dengan harapan.

Secara alami, setiap manusia memiliki kecenderungan untuk marah. Namun, sebagai seorang Muslim kita wajib mengendalikannya agar tidak berimbas ke hal-hal yang negatif. Rasulullah saw. sendiri telah menyatakan pentingnya menahan amarah, dalam hadits arbain, hadits ke-16 yang berbunyi,

“Jangan marah.” (Riwayat Bukhari)

Pada hadits lain beliau menyatakan, bahwa seorang Muslim yang kuat adalah yang paling mampu menahan nafsu amarahnya.

“Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Ketika kita marah, ada satu tips yang bisa kita lakukan untuk meminimalisirnya, yaitu dengan bergerak. Dalam suatu hadits, nabi Muhammad saw bersabda,

“Apabila salah seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika belum hilang maka berbaringlah.”(Riwayat Imam Ahmad & Abu Dawud, dari Abu Dzar ra.)

Mengapa kita harus meminimalisir amarah?
1. Marah itu membutakan pandangan.
Secara umum, kondisi seseorang yang sedang marah biasanya labil, emosional, dan tidak mampu mengambil keputusan secara logis. Ia akan bertindak sesuai dengan keinginan hati/nafsu semata.
2. Mengundang musuh
Mimik muka orang yang sedang marah berbeda dengan yang tidak. Dan, tanggapan orang lain yang melihatnya pun juga akan berbeda. Jika kita bertemu dengan orang yang bertampang cemberut, setidaknya, kita akan berpikir; ‘Apa salah kita?’. Kita juga akan merasa tidak nyaman ketika berada di dekat orang yang sedang marah. Berbeda dengan ketika kita berada di dekat orang yang ceria, humoris, sabar. Tentu hati kita merasa lebih tenang bersama dengan orang-orang yang murah senyum, dan tidak mudah untuk melepaskan emosinya.
Apa yang kita terima, adalah buah dari apa yang kita berikan ke orang lain.

“Jika kita tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain, setidaknya jangan sampai kita memberikan mudharat kepada orang lain.”

Cemberut, atau marah, akan memberikan perasaan tidak nyaman bagi orang-orang di sekitar kita. Dan hal tersebut sudah bisa digolongkan sebagai mudharat.
3. Marah = kelemahan
Ketika kita sering marah, maka kita telah menunjukkan kepada khalayak umum bahwa kita lemah dalam mengontrol emosi. Orang pemarah biasanya memiliki pemikiran yang irrasional, hanya berdasarkan pada emosi sesaat. Karenanya, ia mudah dijatuhkan dengan ucapan-ucapan yang bijak, bantahan yang matang, dan pernyataan tajam yang dihasilkan dari pemikiran yang dewasa.
4. Marah itu membuang energi dengan percuma
Seseorang mengeluarkan energi yang luar biasa besar ketika berada di puncak amarah. Hal ini bisa dibuktikan dengan perilaku orang marah yang mampu mematahkan kayu, menghancurkan barang-barang yang tidak bisa dilakukan dalam keadaan biasa.
Untuk mengantisipasinya, kita dapat menyalurkan energi kemarahan kita ke dalam kegiatan yang positif. Misalnya, bersih-bersih, mencangkuli kebun untuk ditanami, dan sebagainya. Insya Allah, kita akan merasa puas tatkala melihat hasil dari aktivitas positif tersebut di kemudian hari.

Menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa itu pilihan. Salah satu tanda kedewasaan adalah ketika kita mampu mengendalikan diri

SKI PGSD/PGPAUD UNS

SKI PGSD/PG PAUD merupakan sebuah organisasi tingkat wilayah yang bergerak dalam kegiatan keislaman. Bertempat di kampus IV Kleco, Surakarta. Memiliki pertanggungjawaban kepada SKI FKIP yang bertempat di Kampus Pusat Kentingan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com