SUPLENO SKI PGSD/PG PAUD FKIP UNS 2012

SEBUAH PENDAKIAN… 

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Allah memang Maha Pandai dalam menyiapkan hikmah bagi hamba-Nya. Dan hikmah itu hanya bisa didapatkan bagi mereka yang terbuka mata hatinya, senantiasa berlapang dada, dan mempunyai pikiran positif dalam dirinya. Termasuk salah satunya, dalam perjalanan panjang menapaki akhir kepengurusan selama setengah tahun ini. Dalam episode dua hari satu malam yang sarat akan makna dan pesan untuk perbaikan..

 

Kleco, 14 Juli 2012 pukul 06.30 WIB

Pagi itu awan putih berarak di bawah langit biru yang disinari mentari, begitu cerah. Meskipun angin masih setia meniupkan hawa dingin, namun suasana itu tak menggoyahkan semangat para jundi dakwah yang akan melakukan rihlah istimewa, tepatnya ke Imogiri, Bantul, Jogjakarta. Pukul tujuh tepat adalah waktu yang dijanjikan bagi semuanya untuk berkumpul melakukan pembukaan di masjid Al Furqon. Namun, acara itu baru dapat terlaksana pada pukul setengah delapan. Dan akhirnya, kurang lebih pukul delapan, semuanya serentak untuk melakukan persiapan keberangkatan.

Rombongan ini dibagi menjadi dua kelompok; kelompok roda dua (motor) dan kelompok roda empat, alias nge-bus. Untuk kelompok bus yang terdiri atas 5 orang akhwat, langsung diijinkan berangkat lebih dulu. Sementara itu, ketum melakukan briefing untuk kelompok roda dua. Posisi dalam perjalanan yang disepakati adalah ketum berada di paling depan sebagai pemimpin, kemudian di tengah adalah barisan pengemudi akhwat yang berjumlah sembilan orang. Selanjutnya di belakang ada beberapa orang ikhwan yang bertugas sebagai garda belakang. Akhirnya, semua pun berdoa dan kemudian berangkat.

 

 

 

Imogiri, 11.30 WIB

Sekitar dua setengah jam kemudian, kami sudah memasuki wilayah Imogiri, Bantul. Suasana yang amat khas di sana adalah begitu kentalnya aroma Islam, terutama dilihat dari seragam para siswa sekolahan-nya yang berjilbab dan berbaju panjang. Terus masuk melalui gang, di mana kanan-kirinya terbentang sawah yang padinya mulai menguning. Tak lama kemudian kami sampai di sebuah pondok pesantren NU Ar Rohmah. Di situlah kami akan menginap dan melaksanakan Rapat Pleno sampai hari Ahad.

Sambil menanti waktu dhuhur, kami menghabiskan waktu dengan istirahat di basecamp masing-masing, ada yang jalan-jalan sambil melihat sekeliling, ada yang langsung capcus mencari camilan pengganjal perut (hehe), dan lain-lain. Setelah ishoma, yakni tepat pukul 13.00 kami pun memulai rapat. Dibuka oleh MC Gus Rohmat dari BP, lalu dibukalah sesi pemilihan PST. Forum pun memilih Putra dan Lilik untuk memimpin jalannya persidangan. Format pleno ini seperti format pleno biasanya, yakni satu persatu bidang yang ada dipersilakan untuk presentasi di depan. Setelah forum menanggapi, lalu giliran Ketum untuk menyampaikan pandangan umumnya tentang materi yang telah disajikan oleh masing-masing bidang. Sarasehan tak lupa diadakan untuk mengevaluasi jalannya rapat pleno.

Bidang yang pertama kali tampil adalah Kestari (Kesekretariatan). Bidang Humas menyusul sesudahnya sekitar pukul 14.45 WIB, kemudian dilanjutkan lagi bakda sholat ashar berjamaah. Pukul setengah lima sore hingga menjelang maghrib, bidang BP mendapat giliran untuk mempresentasikan keberjalanan prokernya.

 

Ponpes Ar Rohmah, 17.30 WIB

Acara berikut merupakan agenda yang ditunggu-tunggu setelah menghabiskan sepanjang hari di perjalanan dan berpikir keras di ‘forum panas’; MCK. Rasa capek dan pegal untuk sementara tersingkirkan. Pikiran yang keruh pun kembali jernih, dan perut yang kosong pun sudah terisi penuh. Terlebih lagi, ruhiyah sudah ter – recharge dengan pasokan dzikir dan tilawah. Saatnya untuk berjuang kembali…

Pukul setengah delapan malam, PST memutuskan bidang Medis (Media Islam) sebagai penyaji berikutnya. Satu setengah jam kemudian, bidang Kemuslimahan tampil sebagai presentator terakhir pada hari itu.

Rapat pleno ini bisa dibilang cukup alot karena semua bidang melewati batas waktu dalam penyampaian materi dan tanya jawab. Hal itu dimaklumi, karena begitu banyaknya kritik dan saran yang disampaikan kepada penyaji. PST juga dinilai berhasil untuk membangkitkan suasana kritis forum. Selanjutnya, MC kembali meng-handle acara. Mulai pukul 21.00 s/d 22.00 adalah acara terpisah antara ikhwan dan akhwat. Semuanya pun menempatkan diri di basecamp.

Untuk acara akhwat sendiri, kami melakukan mini games berupa ‘Kartu Nama’, yang diisikan oleh semua yang ada di situ, kecuali si pemilik kartu sendiri. Yang diisikan adalah karakter atau sifat yang dimiliki oleh si pemilik kartu. Mini games itu begitu bermakna. Selain bisa jadi ajang saling mengingatkan, namun juga bisa jadi ajang introspeksi. Terlihat masing-masing peserta mengekspresikan kegelian, pengakuan diri, dan kepahaman akan sifatnya dari sudut pandang orang lain, setelah mendapatkan katu namanya masing-masing. Di sisi lain, peserta ikhwan tampaknya mengisi waktu dengan ber-muhasabah sambil menonton sebuah film. Pukul sebelas lebih, para peserta bersiap untuk tidur.

 

Masjid Ar Rohmah, 15 Juli 2012. Pukul 03.30 WIB

“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.”

(QS Al Furqaan:64)

Melalui air mata hamba-Nya yang menetes di kala sepertiga malam, tangan-tangan yang menengadah dan bibir yang senantiasa berkamit melafadzkan dzikir dan doa.. Sang Rabb turun di waktu istimewa itu untuk menaungi mereka dengan rahmatNya.

“Dan biarkan angin malam itu turut menghembuskan doa para pemeluk agama Allah untuk menyampaikan keluh kesah serta harapan mereka kepada penciptanya…”

 

Pukul setengah lima dini hari, adzan subuh berkumandang. Kami menunaikan sholat berjamaah. Agenda berikutnya adalah outbond di makam Imogiri. Rombongan akhwat berjalan lebih dulu sambil membawa peta. Kebetulan, panitia tuan rumah di daerah itu sedang menjalankan tugas yang lain sehingga penunjuk arah diserahkan kepada peserta yang lain.

Suasana masih agak gelap saat itu. Dan karena sama sekali belum mengenal lokasinya, kami sempat nyasar ke dua makam umum yang berada tak jauh dari tempat kami menginap. Rombongan ikhwan yang tadinya berencana untuk mengikuti petunjuk dari akhwat pun, akhirnya memutuskan untuk mencari jalan ke makam sendiri melalui bukit. Tak patah arang, kami mencoba bertanya kepada seorang penduduk di situ. Lalu, kami mencari rute melewati jalan raya. Setelah kira-kira sepuluh menit berjalan, sampailah kami di depan sebuah tangga yang … Subhanallah.. begitu tinggi. Di dekatnya tertempel sebuah papan bertuliskan “Makam Raja-Raja Imogiri.”

Menurut penuturan seorang nenek yang tinggal di dekat situ, jumlah anak tangga itu mencapai 442 buah. Kami sempat ragu, namun apa boleh buat. Kami telah mendapat informasi kalau rombongan ikhwan sudah sampai ke Makam Seniman Budayawan Imogiri, tempat tujuan kami. Ditambah, panitia telah meletakkan logistiknya di sana.

Entah berapa lama tepatnya waktu yang kami habiskan untuk mendaki tangga itu, dan menyusuri lereng bukit yang curam menuju pos logistic. Meski kami harus berhenti beberapa kali untuk mengumpulkan tenaga dan napas,serta menghilangkan rasa panas di lutut akibat terlalu banyak naik, namun kami setidaknya merasakan pengalaman yang berbeda. Perjuangan yang tidak instan itu pasti akan terasa lebih indah … J

Untuk informasi saja, makam-makam raja ini sangat luas. Areanya disekat dengan dinding batu hitam tinggi, dan pintu masuknya tampak begitu kokoh, terkunci rapat dengan gembok yang besar. Suasananya tak seperti makam biasanya yang sepi. Lokasi ini begitu ramai oleh pengunjung yang berolahraga atau sekadar jalan-jalan pagi. Jadi agak bisa dimaklumi, kalau di salah satu bagian dinding pembatas makam itu berdiri sebuah kios makanan kecil. Menurut cerita, para almarhum raja di sini adalah raja-raja yang dulu memerintah  Kasultanan Jogjakarta. Saat mereka mangkat, jenazah para raja itu dikirab dengan jalan kaki dari Keraton Kasultanan menuju makam Imogiri ini. So??? Bilang waw aja deh, hehe..

Pukul delapan pagi kurang lebih, kami kembali ke ponpes melalui jalan turunan. Dan, hal penting yang perlu kalian ketahui adalah… Kami hanya perlu waktu 15 menit untuk tiba ke ponpes dengan melalui jalan itu. Satu jam berbanding 15 menit??? Double waw…

 

 

Ruang Sidang, 08.00 WIB

Tiga bidang terakhir yang mendapatkan giliran tampil adalah bidang Kajian, Dusbin (Dusun Binaan) dan Bendum (Bendahara Umum). Di penghujung acara, peserta rapat yang sekaligus pengurus takmir masjid Al Furqon memberikan pengumuman tentang proker Ramadhan yang baru saja mereka susun, dan akan diadakan tahun ini.

Rapat pleno  dan sarasehan akhirnya selesai pada pukul setengah dua siang. Tanpa menanti lebih lama lagi, kami segera beralih ke kediaman salah seorang panitia sekaligus sang tuan rumah. Bakda ashar, tepatnya pukul empat sore, kami berpamitan. Kami bertolak ke Solo dengan posisi seperti saat berangkat.

Banyak yang didapatkan dari acara ini. Dan banyak pula yang harus dilakukan setelah acara ini berakhir. Pesan penting dari acara ini adalah, sebuah kalimat nasehat, bahwa setiap rencana yang telah disusun dan disepakati itulah yang akan menuntut pertanggungjawaban kita kelak di akhirat. Amanah itu bukan main-main, oleh karenanya kita wajib menjalankan amanah kita dengan sungguh-sungguh.

Tetap semangat berjuang, wahai saudaraku. Tak usah risaukan di mana posisi kita berada, karena masing-masing telah memiliki tempatnya dengan tepat. Layaknya batu bata yang tersusun rapi untuk mendukung struktur bangunan yang kokoh, ada yang ditempatkan di bawah, di tengah, dan juga di atas. Semakin besar bangunan yang akan didirikan, maka batu bata yang diperlukan juga harus semakin kuat.

”Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur layaknya bangunan yang tersusun kokoh…” (QS As Shaf : 4)

 

Surakarta, 18 Juli 2012

12.40 PM

 

 

 

SKI PGSD/PGPAUD UNS

SKI PGSD/PG PAUD merupakan sebuah organisasi tingkat wilayah yang bergerak dalam kegiatan keislaman. Bertempat di kampus IV Kleco, Surakarta. Memiliki pertanggungjawaban kepada SKI FKIP yang bertempat di Kampus Pusat Kentingan.

You may also like...

1 Response

  1. epand be ye says:

    semangat pejuang dakwah . ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com