Materi Katering #2 -Tata Cara Merawat Jenazah-

Ketika seseorang menghadapi sakaratul maut, dianjurkan bagi keluarganya untuk:

  • Menidurkannya dengan miring ke kanan dan menghadapkan wajah ke arah kiblat.
    • Rasulullah saw bersabda,”قبلتكم أحياء و امواتا.” HR. Abu Dawud.
    • Artinya, “Kiblat kalian yang hidup maupun yang mati.”
    • Syaikh Nashiruddin Al Albani berpendapat ini tidak shahih.
  • Mentalqinnya dengan Kalimat Syahadat. Berdasarkan hadits,”لقنوا موتاكم لا اله الا الله.”
    • HR. Al Jama’ah kecuali Al Bukhari.
    • Artinya,” Talqinlah orang yang hendak meninggal di antara kalian dengan Laa Ilaaha illa Allah
  • Membacakan Al Qur,an, terutama surat Yasin, menurut sebagian ulama’, kecuali Malikiyyah.اقرؤوا علي موتاكم يس”
    • Artinya,”Bacakanlah atas orang-orang yang meninggal Surat Yaasiin.”
    • Syaikh Nashiruddin Al Albani berpendapat dalil ini tidak shahih.
  • Menutup matanya dan mengatupkan rahangnya.
  • Menutupnya dengan kain. Kecuali orang yang meninggal dalam kondisi berihram, maka tidak ditutup kepala dan wajahnya.
  • Mendo’akannya.
  • Mengumumkan kematiannya agar dirawat dan disholatkan, bukan berniat meratapi kematian.
  • Menyegerakan penyelenggaraan jenazah.

Hak-hak mayit:

 

  • Dimandikan, dikafani, disholatkan, dan dikuburkan. Hukumnya fardhu Kifayah.
    • Laki-laki memandikan laki-laki dan perempuan memandikan perempun, kecuali suami isteri menurut jumhur, kecuali Hanafiyyah.
    • Wanita boleh memandikan anak laki-lakinya yang masih kecil, yaitu yang masih dalam usia penyapihan atau lebih besar sedikit.
    • Jika wanita meninggal di tengah-tengah kumpulan laki-laki atau sebaliknya, maka ditayamumi saja.
  • Syarat memandikan adalah: berakal,( muslim, niat). (kecuali pendapat Hanabilah).
  • Diutamakan orang shalih yang tidak akan menceritakan aib yang ada pada si mayit, juga orang yang berpengalaman memandikan jenazah.
  • Dianjurkan memandikan mayit ditempat tertutup, tidak dihadiri kecuali orang yang memandikan, lebih utama dimandikan anggota keluarganya.
  • Tidak mengambil upah dari pekerjaan memandikan jenazah (kecuali pendapat Hanafiyyah).
  • Menguburkannya di tempat ia meninggal dunia.

 

TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH:

 

  • Melepaskan pakaiannya dan meletakkan penutup pada tubuh jenazah.
  • Menutup jenazah dengan kain, agar auratnya tidak tampak.
  • Menguraikan ikatan rambutnya.
  • Tidak menyentuh aurat kecuali dengan perantara, seperti       waslap atau sarung tangan.
  • Mendudukkan mayit jika memungkinkan,mengurut/menekan perut untuk mengeluarkan yang ada di dalamnya, sambil disiram air.
  • Memandikan semua anggota tubuh, termasuk jika ada anggota badan yang terputus, maka diikat dan disatukan untuk dikafani.Jika hanya ada sebagian anggota tubuh, dimandikan, menurut Syafi’iyyah dan Hanabilah, juga disholatkan.
  • Jika mayit adalah bayi yang lahir karena keguguran, dimandikan, dikafani, disholatkan, dan dikuburkan jika sudah tampak tanda-tanda kehidupan.
    • Tidak dimandikan menurut Syafi’iyyah dan Hanabilah jika belum berusia empat bulan.
  • Diwudhukan,setelah dibersihkan kotoran dan najisnya. Tetapi tanpa berkumur, istinsyaq dan istintsar.
  • Dimandikan seperti mandi janabah, merata ke seluruh tubuh dengan air bersih,salah satunya dengan sabun, daun bidara atau kapur barus. Juga dimiringkan, agar bagian belakang tubuh bisa dibersihkan dengan baik. Disunnahkan mengulangi siraman 3,5,atau 7 kali.
    • Ummu ‘Athiyah ra. Menuturkan,”Rasulullah saw menemui kami saat kami hendak memandikan jenazah putri beliau. Beliau bersabda,
    • ابدأن بميامنها و مواضع الوضوء منها واغسلنها ثلا ثا أو خمسا أو سبعا بماء و سدر, واجعلن الآحرة كافورا, فإذا فرغتن فآذنني فلما فرغنا آذناه فألقي إلينا حقوه فقال:أشعرننها إياه. و في رواية أنها قالت:و مشطناها ثلاثة قرون ”                HR. Bukhari dan Muslim
    • Artinya:” Mulailah dengan bagian kanannya dan anggota badan yang menjadi tempat wudhunya.Lalu, basuhlah tiga, atau lima, atau tujuh kalidengan air yang dicampur sidr. Dan pada basuhan terakhir, campurkanlah dengan kaafur (pewangi). Jika kalian sudah selesai, beritahu aku,” Setelah selesai, kamipun memberitahu beliau, lalu beliau menyodorkan kain kepada kami dan bersabda,”Bungkuslah tubuhnya dengan kain ini.” Dalam Ummu ‘Athiyah berkata,” Kami merapikan rambutnya dan mengepang menjadi tiga.”
  • Diberi parfum, pada anggota sujud (kecuali orang yang berihram).
  • Lubang-lubang anggota tubuh ditutup dengan kapas, menurut jumhur, kecuali Hanafiyyah.
  • Disisir rambutnya, dikepang menjadi tiga bagi wanita.
  • Tidak dipotong kukunya,tidak dicukur rambutnya menurut Jumhur kecuali Hanabilah, tapi dicukur bulu ketiaknya.
  • Wanita haid dan junub, boleh memandikan jenazah, karena tidak ada dalil larangan.
  • Dianjurkan mandi setelah memandikan jenazah. Berdasar hadits,”Barangsiapa yang memandikan mayat hendaknya mandi, barangsiapa membawa mayat hendaknya berwudhu.” Dalil ini tidak menunjukkan wajibnya mandi, hanya anjuran saja.

 

MENGKAFANI JENAZAH:

 

  • Kain kafan dibeli dari harta si mayit, jika tidak ada, maka keluarganya yang menanggung. Tidak berlebihan dalam menggunakan jenis kain, seperti sutera atau kain yang ditenun dengan emas atau perak.
  • Dianjurkan yang brewarna putih, salah satunya bergaris.Rasulullah bersabda,
    • “البسوا من ثيابكم البياض فإنه خير ثيابكم و كفنوا فيها موثاكم” HR. Abu Dawud dan Tirmidzi.
    • Artinya:”Pakailah untuk pakaian kalian yang berwarna putih,karena itu adalah sebaik-baik pakaian. Dan kafanilah mayit kalian dengannya.”
    • “إاذا توفي احدكم فوجد شيئا فليكفن في ثوب حبرة” HR. Abu Dawud.
    • Artinya:”Jika salah seorang di antara kalian meninggal dunia dan ia memiliki keluasan, maka hendaklah dikafani dengan hibarah.”
  • Jumlah kain kafan minimal 1 lembar yang cukup untuk menutupi seluruh badan, maksimal 7 lembar.Tapi afdhol bagi laki-laki 3 lembar, dan wanita 5 lembar.
  • Kafan bagi wanita, tiga lembar kain luar yang menutupi badan, kerudung, baju, sarung, celana. Jika 5 lembar,maka 1 lembar izar/sarung, dir’u/gamis/baju, khimar/kerudung. Milhafah yang menutup badan 1 lembar, 1 lembar lagi yang menutupi seluruh anggota badan .
  • Jika wanita meninggal dalam kondisi berihram, maka ia dimandikan dan dikafani dengan pakaian ihramnya.

 

  • Makruh bagi wanita mengiringi jenazah ke kuburan.
  • Wanita tidak boleh mengangkat jenazah.

 

SHOLAT JENAZAH

 

  • Hukumnya fardhu kifayah, boleh dengan seruan’الصلاة علي الميت’
  • Orang yang syahid pada peperangan, tidak disholatkan.
    • Syaikh Nashiruddin membolehkan sholat jenazah untu orang yang mati syahid.
  • Diutamakan Imam (pemimpin) yang menjadi imam sholat jenazah.
  • Jika jenazah yang ada sangat banyak, dikuburkan massal, boleh disholatkan sekali saja.
  • Jika jenazah sudah dukuburkan, tapi belum disholatkan, boleh disholatkan di kuburan.
  • Orang yang meninggal di negara lain dan tidak ada yang menyolatkan, di sholatkan dengan sholat ghaib.
  • Disunnahkan untuk menyusun barisan shaf di belakang imam sebanyak tiga shaf atau lebih.
  • Imam sholat jenazah berdiri sejajar dengan kepala jenazah laki-laki.Sesuai kesepakatan ulama’. Dan sejajar dengan perut, jika jenazah wanita menurut Hanabilah.
  • Makmum sholat jenazah yang masbuq atau terlambat, mengikuti imam kemudian menyempurnakan sholat.
  • Syarat sahnya sholat jenazah sama dengan sholat yang lain.
  • Sholat jenazah dilarang dilakukan pada waktu-waktu yang terlarang untuk sholat, menurut jumhur. Dan boleh setiap saat menurut Syafi’iyyah.
  • Sholat jenazah diawali dengan takbiratul ihram, Kemudian membaca Surat Al Fatihah secara sirr.Takbir kedua membaca sholawat, takbir ketiga membaca do’a untuk mayit, seperti yang dilakukan Nabi saw,
    • ” اللهم اغفر له وارحمه و اعافه و اعف عنه و أكرم نزله و وسع مدخله واغسله بالماء و الثلج و البرد.و نقه من الخطايا كما ينقي الثوب الأبيض من الدنس و أبدله دارا خيرا من داره و أهلا خيرا من أهله و زوجا حيرا من زوجه و أدحله الجنة و أعذه من عذاب القبر ومن عذاب النار “رواه مسلم و النسائ
    • :” Ya Allah,ampunilah dia dan berikanlah rahmat baginya,serta sejahterakanlah ia dan maafkanlah ia,Muliakanlah tempat kedatangannya, dan luaskanlah tempat masuknya.Mandikanlah ia dengan air,salju dan embun.Bersihkanlah ia dari dosa-dosa sebagaiman bersihnya pakaian putih dari kotoran. Gantilah ia dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya,dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya,dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya.Masukkanlah ia ke dalam Jannah dan lindungilah ia dari adzab kubur dan adzab Neraka.”
    • Atau membaca do’a:
    • اللهم اغفر لحينا و ميتنا و شاهدنا و غائبنا و صغيرنا كبيرنا و ذكرنا و أنثانا اللهم من أحييته منا فأحيه علي الإسلام و من توفيته منا فتوفه علي الإيمان اللهم لا تحرمنا أجره و لا تضلنا بعده ( رواه إبن ماجه)
    • Artinya:” Ya Allah ampunilah orang yang hidup maupun mati di antara kami, yang hadir maupun tidak di antara kami, yang kecil maupun yang tua di antara kami, laki-laki maupun perempuan di antara kami. Ya Allah barang siapa yang Engkau hidupkan di antara kami, maka hidupkanlan ia di atas Islam, dan barang siapa yang Engkau wafatkan diantara kami, maka wafatkanlah ia di atas iman. Ya Allah,jangan Kau haramkan kami untuk mendapatkan pahala karena ia dan jangan Kau sesatkan kami sepeninggalnya.”
  • Takbir keempat, membaca do’a dengan membaca do’a untuk mayit, seperti menurut Syafi’iyyah adalah, اللهم لا تحرمنا أجره و لا تفتنابعده واغفر لنا و له
    • Artinya: Ya Allah, jangan Kau haramkan kami untuk mendapatkan pahala karena ia, dan jangan Kau berikan fitnah kepada kami sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan ia.
  • Salam dua kali, tanpa dzikir atau do’a-do’a yang lain.

 

    • Sumber:
  • Al Wajiz fie Fiqh Al Islamy, DR. Wahbah Zuhaili.
  • Fiqih Sunah untuk Wanita,Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim.
  • Ahkaamul Janaiz, Syaikh Nashiruddin Al Albani

 

SKI PGSD/PGPAUD UNS

SKI PGSD/PG PAUD merupakan sebuah organisasi tingkat wilayah yang bergerak dalam kegiatan keislaman. Bertempat di kampus IV Kleco, Surakarta. Memiliki pertanggungjawaban kepada SKI FKIP yang bertempat di Kampus Pusat Kentingan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com